WEBSITE RESMI DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERTANAHANKABUPATEN PARIGI MOUTONG

Jumat Besok, Dinas PUPRP Parigi Moutong Kerahkan Mobil Tanki Untuk Salurkan Air Bersih ke Pelanggan

Avatar

PUPRP Online – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah Parigi, tengah mengalami gangguan, hal itu disebabkan rusaknya pipa induk intake Parigimpu’u yang diakibatkan terjangan banjir di sekitar eks kecamatan Parigi beberapa waktu yang lalu. Sampai hari ini, perbaikan terus dilakukan oleh tim, hanya saja kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk tim dapat segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, karena arus sungai yang belum kunjung surut.

Merespon masalah tersebut, pelaksana harian (Plh) kepala dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai ST MSi mengatakan pihaknya tengah melakukan berbagai upaya. Ia bilang, untuk sementara pihaknya akan mengerahkan truk tanki guna mendistribusikan air bersih kepada warga pelanggan SPAM tanpa memungut biaya.

“Sampai hari ini perbaikan belum selesai dikarenakan masih banjir di atas, alat berat belum bisa masuk. Kalau sudah tidak banjir kita lanjutkan pekerjaan,” ujar Rivai ketika dihubungi oleh PUPRP Online via telepon seluler pada Kamis malam (17/9).

“Sambil menunggu perbaikan, kami lakukan pemasokan air bersih ke masyarakat secara gratis. Proses distribusinya dilakukan bergilir dengan menggunakan mobil tanki air, kami upayakan satu desa bisa dapat satu tanki air,” ungkapnya.

Pendistribusian air bersih kata Rivai akan mulai dilakukan pada hari Jumat, (18/9) untuk beberapa desa seperti Jono Kalora, Lobu Mandiri, Lebo dan Bambalemo.

Ifat sapaan akrabnya juga menghimbau warga agar bisa bersabar menunggu giliran pasokan air bersih, ia mengakui pihaknya tidak dapat mengakomodir semua desa secara serentak, dikarenakan keterbatasan kendaraan pengangkut air bersih.

“Besok kita mulai dari desa Jono Kalora, Lobu Mandiri, Lebodan desa Bambalemo. Mobil tanki kita arahkan ke 4 desa tersebut, target kita satu hari 4 desa,” ujarnya.

“Nanti desa yang lain akan menyusul, karena keterbatasan kendaraan pengambil air ini, kami akan kerahkan 2 unit mobil tanki yang ada. Ini akan digilir sampai perbaikan selesai dilakukan,” pungkasnya. (SL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share
error: Content is protected !!