Komisi IV Tekankan Pembangunan Sarana dan Prasarana di Pulau Rinca Tetap Perhatikan Konservasi Lingkungan

Labuan Bajo – Komisi IV DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dengan meninjau pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 18-20 November 2020.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah infrastruktur mendukung pengembangan KSPN Labuan Bajo untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, serta menjadikan  Labuan Bajo sebagai destinasi wisata skala internasional. Salah satu dukungan infrastruktur yang dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana wisata alam di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

“Kami ingin mendapat gambaran yang jelas terkait pembangunan sarpras wisata alam di Pulau Rinca. Pembangunan KSPN Labuan Bajo khususnya di Pulau Rinca ini harus tetap memperhatikan kaidah konservasi lingkungan,” jelas Dedi Mulyadi saat audiensi di Kantor Bupati Manggarai Barat. (18/11/20)

Kementerian PUPR akan memberikan dukungan pembangunan infrastruktur seperti jalan gertak elevated seluas 3.055 m2; penginapan petugas ranger, peneliti, dan pemandu wisata seluas 1.510 m2; pusat informasi seluas 3.895 m2; pos istirahat seluas 318 m2 dan pos jaga seluas 126 m2; Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) melalui pemasangan perpipaan sepanjang 550 meter dan reservoir seluas 144 m2 (kapasitas 50 m3) serta pengaman pantai sepanjang 100 meter dan pembangunan dermaga seluas 400 m2 dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter.

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 863,13 miliar untuk mengerjakan 41 paket kegiatan infrastruktur di KSPN Labuan Bajo yang meliputi peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan. Untuk pengembangan infrastruktur Pulau Rinca, pada TA 2020 diantaranya dilakukan pembangunan sarana dan prasara dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 21,25 miliar, reservoir SPAM senilai Rp. 2,41 miliar, dan pembangunan pengaman Pantai LohBuaya sebesar Rp. 46,2 miliar.

Dalam Kunker Spesifik tersebut dihadiri oleh Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman  Didiet Arief Akhdiat, Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Sungai dan Pantai Roy Pardede, Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Bambang Widyarta, beserta jajaran. (SL)

Sumber : Boro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.