Pakar IPB Rekomendasikan Jeruk dan Jambu Biji Merah untuk Menangkal Covid-19

PIKIRAN RAKYAT – Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin masif. Kurang dari sebulan sejak Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya kasus positif corona, kini jumlah masyarakat Indonesia yang terinfeksi virus dari Wuhan ini sudah mencapai lebih dari 1000 orang.

Berbagai cara pun kemudian dilakukan masyarakat Indonesia untuk menghindari paparan virus yang kini dikenal dengan nama Covid-19 tersebut. Mulai dari sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, dan berdiam diri menjadi himbauan rutin yang disampaikan oleh pemerintah. Tak hanya itu, kampanye menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang oleh virus juga harus dilakukan.

Belum lama ini, Tim periset dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor, Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB bersama Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan Covid-19.

Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara menuturkan, senyawa yang ditemukan berasal dari golongan flavonoid, salah satunya hesperidin. Menurut Irmanida, Hesperidin disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus.

“Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Prof Irmanida Batubara, Jumat 27 Maret 2020.

Menurut Irmanida, bagi masyarakat yang tidak sanggup mengonsumsi minuman pahit, masyarakat bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh manusia, namun jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu.

“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” kata Irmanida.

Selain jeruk, jambu biji merah juga berpotensi memperkuat daya imun tubuh manusia. Hal itu pun bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari Covid-19. Irmanida menjelaskan, jambu biji merah memiliki senyawa dari golongan flavanoid berpotensi untuk dikembangkan sebagai anti-Covid-19.

“Berdasarkan hasil ini, kita mengetahui bahwa senyawa flavonoid dapat berinteraksi baik dengan lima protein target, yaitu 3ClPro, PlPro, SpikeACE2, E34 dan RDrP. Secara insiliko, diketahui bahwa myricetin, rhamnetin, kuersetin, esperidia dan kaempferol merupakan senyawa golongan flavonoid yang paling berpotensi sebagai anti-Covid-19,” papar Irmanida.

Lebih lanjut, Prof Irmanida menjelaskan, senyawa tersebut diduga mampu menghambat replikasi atau perbanyakan virus dan menghambat ikatan protein virus ke reseptor manusia. Tidak hanya ditemukan pada jambu biji merah, ternyata senyawa-senyawa tersebut juga ditemukan di madu.

“Oleh karena itu, selanjutnya akan dilakukan uji klinis terkait efek mengonsumsi jus jambu biji yang dikombinasikan dengan madu dan juga uji klinis terhadap efek ekstrak daun jambu biji sebagai suplemen pada pasien Covid-19,” kata Irmanida. (SL)

Sumber : Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!